Oleh: retnoarum | 2008-03-22

SIKAP SOMBONG (KIBRI)

”….Sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang bersikap sombong”

(Q.S An-Nahl :23)

Kesombongan berasal dari keburukan hati yaitu : HASAD (iri hati/jahat hati), DENGKI (pembenci/sikap tidak bersahabat), CEMBURU BUTA (Egoistis). Ketiga sifat tersebut merupakan tiga buah kutub dari penyakit hati yang sangat membahayakan, laksana racun yang dapat meluluhkan vitalitas hidup dan potensi, manusia akan selalu diwarnai oleh sikap sombong seperti: kecongkakan atau keangkuhan manusia, sikap tidak bersahabat kepada sesamanya, merasa lebih tinggi serta merendahkan orang lain. Maka orang semacam ini dapat merusak aqidah melunturkan keislaman seseorang.

Oleh sebab itu Allah sangat membenci orang – orang yang sombong sebagaimana ayat diatas. Dalam ayat lain Allah SWT berfirman: ”…..sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan dari menyembah-Ku, akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina…..”(Q.S 40:60)

”….tidak masuk surga orang-orang yang dalam hatinya ada kesombongan sekalipun seberat Zharrah.” (H.R. Muslim)

Jika dilihat dari asal kejadianya, pelopor kesombongan itu IBLIS. Dialah makhluk pertama yang menolak keputusan Allah pada saat kebanggaan dirinya terusik. Walaupun sebelumnya iblis adalah hamba Allah yang patuh kepada Tuhannya. Akan tetapi setelah Adam diciptakan kemudian menjadi wujud manusia yang sempurna dari makhluk lain, maka ketika diperintah sujud kepada Adam, ia terang-terangan menolak, tersinggung berat. Apa alasan iblis menolak keputusan Allah SWT? Respon iblis ini dijelaskan dalam Al-Qur’an.

Allah berfirman: ”Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis: ”Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”. (Q.S. Al ’Araaf:12)

Berkata iblis: ”Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering ”(yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk”.(QS.Al Hijr:33)

Kesombongan itulah yang menyebabkan iblis tersesat dan berani melakukan apa saja, bahkan siap pula masuk neraka setelah diusir dari surga hanya demi mempertahankan gengsi. Karena iblis adalah makhluk yang telah terkutuk, maka iblis pun berupaya untuk menggoda dan mempengaruhi bani Adam agar menjadi seperti iblis.

Jika iblis membanggakan asal kejadianya maka banyak manusia membangga-banggakan asal keturunan, harta kekayaan, pangkat, popularitas, ketampanan dan kecantikan jika iblis hanya sekali saja menyatukan ”Emoh” kepada Allah karena berbangga diri, kemudian iblis mendapatkan sangsi yang sangat berat dan harus divonis hukuman neraka jahanam. Bagaimana jika ada segolongan manusia melakukan hal yang sama yaitu selalu melanggar perintah dan larangan-Nya? Tentu hukumanya tidak kalah berat sama-sama dineraka.

Kesombongan adalah hijab yang dapat menutupi seseorang dari kebenaran dan suatu penghalang untuk mendapatkan petunjuk dan hidayah.

”….Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka, dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang fasik”. (QS.Ash Shaff:5)

Para ahli sejarah banyak mencatat kisah-kisah orang-orang yang sombong seperti Nabi Ibrahim yang harus berhadapan dengan raja Namrud, Nabi Musa dibawah kekuasaan Raja fir’aun sebagai ayah angkatnya. Keduanya harus berhadapan dengan raja yang sombong dan menganggap diri mereka paling berkuasa dan menyatakan dirinya sebagai Tuhan. Pada masa Rasulullah tokoh Quraisy dan masyarakat mekkah mengakui wahyu yang dibawa Nabi Muhammad hanya saja mereka gengsi karena Nabi dianggap hanya sebagai anak kemaren sore, nabi juga hanyalah seorang anak Yatim lagi miskin. Pembangkangan kaum Quraisy Allah jelaskan pula melalui firman-Nya:

”dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan.”(QS.Anaml:14)

Yah! Semoga kita semua bisa terhindar dari sifat sombong…karena tanpa disadari terkadang hati ini terjangkiti oleh penyakit tersebut.


Beri tanggapan

Your response:

Kategori