”Dialah Allah yang menjadikan bumi ini mudah bagi kalian, karena itu berjalanlah kalian di seluruh penjurunya dan makanlah dari sebagian rezekinya( Al-Mulk: 15)
Itulah prinsip islam. Bumi ini telah disiapkan Allah SWT dan ditundukkan sehingga jinak dan mudah bagi umat manusia. Karena itu seharusnya kita bisa memanfaatkan nikmat tersebut dan berusaha di seluruh penjurunya untuk mencari sebagian karunia Allah.
Tidak dibenarkan seorang muslim malas dalam mencari rezeki, dengan alasan konsentrasi ibadah dan tawakal kepada Allah. Yang demikian itu karena langit tidak akan mencurahkan hujan emas maupun perak. Tidak dibenarkan pula ia mengandalkan pemberian padahal memiliki kekuatan untuk berusaha sendiri. Mencukupi keluarga dan tanggunganya.
Karena itulah Rasulullah SAW bersabda: ”sedekah tidak halal untuk orang kaya dan orang yang punya kekuatan sempurna”(HR.Turmudzi)
Termasuk hal yang sangat ditentang dan diharamkan Nabi SAW bagi seorang muslim adalah meminta-minta.karena dapat meruntuhkan kehoramatanya. Padahal tidak ada alasan yang memaksanya untuk meminta-minta. Sabda nabi: org yg meminta-minta bukan karena kebutuhan yang mendesak seperti orang yang memungut bara api (HR Baihaqi dan Ibnu Huzaimah dalam syakhih)
Kehormatan ada pada pekerjaanya
Nabi SAW menghapuskan pemikiran yang merendahkan sebagian orang karena profesi dan pekerjaan tertentu. Beliau mengajarkan para sahabatnya bahwa kehormatan, bahkan segala kehormatan ada pada pekerjaan, pekerjaan apapun. Kehinaan dan kelemahan ada pada ketergantungan kepada bantuan orang lain.
Nabi bersabda ”jika seseorang diantara kalian mengambil tali kemudian ia membawa kayu bakar dengan talinya itu dipunggungnya lalu dijual. Allah menjaga kehormatanya dengan itu. Dan itu lebih baik daripada meminta-minta kepada orang lain. Baik mereka memberi atau tidak (HR bukhari muslim)
Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa nabi Daud as dahulu adalah seorang pandai besi yang ahli membuat baju besi dan perisai. Nabi adam adalah seorang petani, nabi idris seorang penjahit, dan nabi musa adalah penggembala (HR Hakim). Karena itu setiap muslim harus mantap menekuni profesinya. Tiada seorang nabipun kecuali menekuni profesinya. Dalam Ash-shahih dikatakan:
”tiada seseorang yang menyantap makanan lebih baik dibanding orang yang menyantap makanan dari kerja tangannya sendiri (mandiri). Dan nabi Daud AS dahulu juga makan dari hasil kerja tanganya sendiri”(HR.Bukhari)
sumber: Halal Haram (Yusuf Qardhawi)