Oleh: retnoarum | 2008-03-22

Belajar Menghargai Uang

Duluuuu bangeett…sebelum saya bekerja di lembaga keuangan, saya paling ogah banget yang namanya ngumpulin uang recehan…100 rupiah pasti saya tinggalin aja dirumah kadang ga pernah saya ambil kalo kembaliannya cuma 100…200. atau saat menyimpan uang kertas..dengan cueknya dilipet-lipet ampe lecek….saking malesnya pake dompet, tuh duit ampe kucel dikantong….Ya Allah ampuni arum yaa…karena ga bisa menghargai jerih payah….hiks!
tapiiii…..dengan seringnya saya berinteraksi dengan para pedagang yang dateng ke kantor untuk mengangsur pembiayaan, saya jadi belajar banyak hal dari mereka..bahwa 100 rupiahpun begitu berarti bagi mereka…kalo yang pernah dagang atau punya bisnis dagang pasti mengerti sekali akan hal ini…walau uang yang mereka serahkan ke saya bentuknya ga karuan alias bukan uang anyar…tapi saat menyerahkan ke saya, uang tersebut dirapihkan terlebih dahulu. uang recehan itu mereka hitung dengan telitiiiii sekali…Subhanallah….saya dibuat tertegun manakala mereka merapihkan uang itu dihadapan saya…kemudian dengan seulas senyum pada saya mereka menyerahkan uang itu ke saya.
“Ini mba angsuran saya hari ini..maaf mba kalau uangnya recehan”
saat itu saya tersadar…bahwa begitu sulitnya mencari rezeki. Ada rasa haru di hati saya saat menerima uang dari mereka…sambil berdoa dalam hati semoga mba-mba…akang-akang…abang-abang…emak..yang sering dateng kekantor saya…selalu diberi kemudahan dalam berdagang…semoga dagangan mereka juga tetep lariiisss….
Yah…rezeki yang Allah berikan pada mereka, kini ada ditangan saya…Ada perasaan menyesal rasanya kalau menatap uang-uang tersebut…keinget sama uang 100 atau 200 yang sering saya cuekin…. untuk mencari uang 100 rupiahpun begitu suliiit….
sejak saat itu sampai sekarang, saat saya membeli sesuatu atau menerima kembalian saya mulai belajar memperhatikan uang kembalian yang saya terima. menghitung-hitung lagi tiap lembar uang kembalian sampai receh-recehnya…bukanya pelit tapi mencoba menghargai sedikit dari hasil jerih payah yang sudah diusahakan.mengutip sedikit dari perkataan orang
“tidak bisa disebut uang SERATUS RIBU kalau hilang SERATUS RUPIAH”


Beri tanggapan

Your response:

Kategori