Oleh: retnoarum | 2008-03-22

Baghdad Metropolis Intelektual Abad Pertengahan

(Republika,31 Januari 2008)

Layaknya New York di era Modern. Baghdad boleh dibilang ibukota dunia pada abad pertengahan. ketika Eropa megalami masa kegelapan, Baghdad justru telah menjelma menjadi pusat peradaban terbesar dan menjadi tanah impian yang memikat. di bawah kekuasaan Dinasti Abbasyiah kota metropolis intelektual itu mengalami masa keemasanya dan telah mewariskan peradaban bagi dunia. kota yang berjuluk 1001 malam itu berada didataran subur. pusat pertanian Irak yang dilalui sungai Tigris. Baghdad berada di sebelah Utara Sungai Efrat dan sebelah Barat laut teluk Persia. sebelum mencapai puncak kejayaanya pada abad 8 M, Baghdad telah dijelajahi dan ditempati manusia pada tahun 4000 SM. Persia, Romawi serta Yunani silih berganti menguasai Baghdad.

Baghdad berarti HADIAH DARI TUHAN itu mulai memasuki hidup baru ketika islam masuk pada 634 M atau saat pemerintahan khalifah Umar bin Khattab, panglima tentara islam Khalid bin Walid menaklukan Persia. islam disambut penduduk setempat. awalnya Baghdad belum diperhitungkan sebab umat islam Basrah sebagai basis pertahanan. kota Baghdad mulai mengalami peranan penting saat dinasti Abbasyiah menggulingkan Dinsti Ummayah yang berpusat di Damaskus. Dibawah kekuasaan Khalifah Abu Ja’far Al-Mansur pusat kekuasaan beralih ke Baghdad. dan pada tahun 762 M, perkampungan kecil itu berubah menjadi kota baru.

pemilihan Baghdad sebegai pusat pemerintahan didasarkan pada berbagai pertimbangan seperti politik, keamanan, sosial serta geografis. Kufah dan Basrah yang lebih dulu berkembang tak dijadikan pilihan karena kedua kota tersebut adalah basis wilayah Abbasyiah. Al-mansur mengirimkan sejumlah ahli untuk meneliti Baghdad, kondisi tanah, udara serta lingkungan benar-benar dipertimbangkan. setelah dinilai layak barulah khalifa memutuskan Baghdad sebagai ibukota Dinasti Abbasyah. sebanyak 100 ribu ahli bangunan mulai dari arsitek,tukang batu, tukang kayu, pemahat dikerahkan untuk membangun kota baghdad. para pekerja didatangkan Khalifah dari berbagai wilayah seperti Suriah, Mosul, Kulfah, Barah, hingga Iran. Dana yang dihabiskan mencapai 3,88 juta dirham.

keunikan kota Baghdad dirancang berbentuk bundar sehingga seperti sebuah benteng pertahanan. sekeliling dipagari tembok sebanyak dua lapis. tembok yang besar tingginya mencapai 90 kaki. diluar tembok dibangun parit. seakan terinspirasi dengan perang Khandaq pada zaman Rasulullah SAW. parit itu digunakan sebagai saluran air dan benteng pertahanan. selain itu ditengah kota bertengger istana Khalifah yang megah bernama Al-Qasr Az-Zahabi (Istana Emas), keindahan dan kemegahanya menunjukan kehebatan Dinasti Abbasiyah untuk mempertegas keislaman, disamping istana berdiri mesjid Jami Al-Mansur seluas 100×100 meter. kubahnya menjulang tinggi kelangit setinggi 130 kaki.

Akhir Tragis

kota Baghdad dilengkapi pengawal istana, polisi, tempat tinggal khalifah, pasar dan tempat belanja. untuk menuju pusat kota Baghdad, para pengunjung bisa melalui empat gerbang. disebelah Barat daya ada gerbang Kufah, diarah barat tenggara disediakan gerbang Basrah dan gerbang Khurasan terletak diarah timur laut. disetiap pintu gerbang terdapat menara pengawas dan tempat peristirahatan yang dihiasi ukiran-ukiraran yang indah. sebelum tutup usia Al-mansur juga sempat membangun istana Ar Rufasah. Sebagai pendiri Baghdad, khalifah menyebutnya sebagai Madinah As-Salam (kota perdamaian) selepas wafatnya, Al-Mansur, khalifah penggantinya juga terus melakukan pembangunan. Baghdad kian menawan. sarana ibadah, pendidikan, penelitian, kesehatan, bermunculan. maka tidak heran ketika tahun 800 M baghdad telah menjadi pusat peradaban pendidikan, ekonomi, politik,perdagangan.

Baghdad mencapai puncak kejayaan pada era pemerintahan khalifah Harun AR-Rasyid (786-833 M). Baghdad sangat termahsyur karena kerajaan perdagangan dan kebudayaan yang dimilikinya. ilmu pengetahuan begitu pesat. Baghdad pun begitu semarak dengan aktifitas keilmuan, bisnis dan pusat kekuasaan. kota Baghdad banyak memuculkan sejumlah ilmuwan besar di abad 9 – 13 M. transfer pengetahuan dari Yunani juga telah membuat Baghdad menjadi pusat perkembangan ilmu kedokteran, matematika, astronomi, kimia, literartur berbagai peradaban lainya.

sebagai sebuah metropolis intelektual, Baghdad juga dilengkapi berbagai fasilitas seperti museum, rumah sakit, perpustakaan, pusat bisnis serta masjid. begitu kontras dengan keadaan Eropa yang tercengkram dalam masa kegelapan. Baghdad telah menjadi jantung pergerakan peradaban.

setelah 500 tahun lebih memerintah. kejayaan dinasti Abbasyiyah perlahan mulai meluntur. pertentangan dan friksi yang terjadi dikalangan umat islam mulai lemah. cerita kebesaran dan keagungan berakhir tragis setelah Baghdad dihancurkan oleh bangsa Mongol yang dipimpin Hulagu Khan pada 1258 M. ribuan sarjana dan 100 ribu warga Baghdad dibantai. perpustakaan, saluran irigasi serta gedung-gedung bernilai sejarah dihancurkan. peristiwa kelam yang terjadi tujuh abad lalu itu kini terjadi kembali menimpa Baghdad pada tahun 2003 ketika Irak diserang Amerika.


Tanggapan

  1. SEJARAH MEMANG AKAN SELALU BERULANG,TINGGAL BAGAIMANA POLA YANG TELAH KITA KENALI ITU KITA JADIKAN PETUNJUK JALAN KEMBALI MEMBANGUN KEJAYAAN,MESKI MEMANG TIDAK SESEDERHANA YANG KITA BAYANGKAN.


Beri tanggapan

Your response:

Kategori