Oleh: retnoarum | 2008-03-22

DAMASKUS KOTA NAN PEMURAH DAN DERMAWAN

(Republika, 21 Februari 2008)

Suatu hari penjelajah terkenal asal Maroko Ibnu Battuta (1304-1368 M) menginjakan kakinya di Damaskus. Ia begitu kagum melihat kehidupan kota Damaskus dan masyarakatnya yang ramah. Di Damaskus berdiri banyak sekali lembaga amal yang diperuntukkan untuk membantu masyarakatnya. “semangat sosial masyarakat Damaskus begitu tinggi,” kisah Ibnu Battuta merasa sulit untuk menghitungnya. Saat itu orang yang tidak mampu untuk berhaji akan dibiayai oleh lembaga amal yang ada.

Masyarakat Damaskus pun berlomba-lomba dermawan karena kemakmuran namun juga pemurah sifatnya. Bianquis mencatat, begitu terbukanya Damaskus bagi para pengungsi asal andalusia yang terusir dari negeri Spanyol, ketika kristen menguasai tanah itu pada abad ke 12 M.

Seabad kemudian, Damaskus menjadi tempat berlabuh warga Irak dan Iran ketika bangsa Mongol menghancurkan tanah kelahiran mereka. Pada abad ke-16 Damaskus menjadi tempat berlindung bagi bangsa Spanyol baik Muslim maupun Yahudi yang mencari perlindungan.

Selain sebagai kota yang dermawan Damaskus juga tersohor dengan salah satu pusat ilmu pengetahuan dalam sejarah peradaban islam dan mewariskan banyak buku bagi perpustakaan di kota tersebut. Catatan tentang pusatnya pengembangan ilmu di Damaskus juga digambarkan ole pejelajah muslim lainya , Ibnu Jubair saat bertandang ke Damaskus tahun 1184, dia menyaksikan begitu banyak fasilitas bagi pelajar asing dan pengunjung di mesjid Umayyah.

“Setiap orang barat yang ingin meraih sukses datang ke kota Damaskus untuk belajar. Sebab, fasilitas dan bantuan disini begitu melimpah. Para pelajar yang belajar di sini tidak khawatir akan kekurangan makanan dan tempat bernaung,” Papar Ibnu Jubair.

Pelopor Universitas modern pertama di damaskus dibangun penguasa seljuk Nizam Al-Mulk. Sepeninggal Nizam bermunculan madrasah atau universitas seantero kota. Pada abad pertengahan. Menurut Tawtah ketika itu Damaskus berdiri 73 perguruan tinggi, 41 universitas di Yerusalem, 40 universitas di Baghdad, 14 perguruan tinggi di Aleppo.

Selain itu Ibnu Jubair juga mencatat dikota tersebut berdiri sebuah rumah sakit tua dan sebuah rumah sakit baru. Rumah sakit yang dibangun umat islam pertama adalah RS Al-Nuri yang dibangun pada tahun 706 M oleh khalifah Al-Walid Ibn.Abd Al-Malik dari dinasti Umayyah. RS itu dilengkapi dengan peralatan paling modern dan tenaga dokter serta perawat yang profesional.

Secara geografis, Damaskus terletak di sebelah barat daya Suriah. Ibukota Republik Arab Suriah itu berada di oasis suatu dataran separuh gersang. Damaskus juga berbatasan dengan pegunungan anti Lebanon sebelah timur. Disebelah tenggara kota ini berdekatan dengan Beirut Lebanon. Damaskus juga dilalui sungai Barada yang telah mengalirkan air

selama ribuan tahun. Kota itu termasuk salah satu kota tertua yang dihuni manusia. Damaskus dibangun sekitar 3000 tahun SM.

Berganti zaman, berganti pula penguasa Damaskus. Secara bergantian, kerajaan Assyiria, Yunani, Romawi, dan Bizantium yang menguasai wilayah itu. Islam mulai menginjakan pengaruhnya dikota itu pada era kekuasaan Khalifah Umar bin Khattab.

Panglima perang seperti Khalid bin Walid, Amr bin As, Abu Ubaidah bin Jarrah, Yazid bin Abu Sufyan berhasil menunaikan tugasnya untuk menaklukan Suriah dan Palestina dari kekuasaan Romawi. Secara resmi Damaskus berada dalam kekuasaan islam pada September 635 . proses islamisasi berlangsung damai dan lancar. Penguasa islam tetap menghormati kebebasan beragama. Sejak itulah Suriah menjadi salah satu provinsi pemerintahan khulafa Rasyidin yang berpusat di Madinah. Gubernur pertama Suriah adalah Mu’awiyah bin Abu Sufyan. Pada era kepemimpinanya Usman bin Affan kerap berkunjung ke profinsi tersebut.

Salah satu agenda dinasti Umayyah adalah perluasan wilayah penyebaran islam hingga ke Afrika utara, Spanyol, Asia tengah, Persia, serta India. Sehingga wilayah kekuasaan islam pada abad pertengahan semakin meluas. Sekitar tahun 750 M dinasti Umayyah digulingkan dinasti Abbasiyah dan ibu kota pemerintahan berpindah ke Baghdad. Ketika kekuasaan Abbasiyah memudar pada 875 M penguasa Mesir Ahmad Ibnu Tulun mengambil alih Damaskus. Sekitar tahun 968 M dan 971 kota itu dikuasai Qaramita. Setelah itu dinasti Fatimiyyah di kairo menguasai Damaskus. Sejak abad 11 dinasti Seljuk menguasai kota tersebut. Pada 1260M bangsa Mongol menaklukan Damaskus. Tiga abad berikutnya turki Utsmani berkuasa di kota itu. Pada 1946 Suriah memproklamirkan kemerdekaannya. Hingga kini Damaskus tetap menjadi ibukotanya


Tanggapan

  1. Nice first post! Keep it up !!

  2. thanks atas infonya ttg damaskus, saya sebenarnya lagi nyari MP3 Damaskus Story …

  3. ckckck…
    keren bged tuh pmandangan ny ,,
    pngen ksna nih .
    hhe ..
    >.<


Beri tanggapan

Your response:

Kategori