Oleh: retnoarum | 2008-03-22

Belajar Menghargai Uang

Duluuuu bangeett…sebelum saya bekerja di lembaga keuangan, saya paling ogah banget yang namanya ngumpulin uang recehan…100 rupiah pasti saya tinggalin aja dirumah kadang ga pernah saya ambil kalo kembaliannya cuma 100…200. atau saat menyimpan uang kertas..dengan cueknya dilipet-lipet ampe lecek….saking malesnya pake dompet, tuh duit ampe kucel dikantong….Ya Allah ampuni arum yaa…karena ga bisa menghargai jerih payah….hiks!
tapiiii…..dengan seringnya saya berinteraksi dengan para pedagang yang dateng ke kantor untuk mengangsur pembiayaan, saya jadi belajar banyak hal dari mereka.. Baca Lanjutannya…

”Dialah Allah yang menjadikan bumi ini mudah bagi kalian, karena itu berjalanlah kalian di seluruh penjurunya dan makanlah dari sebagian rezekinya( Al-Mulk: 15)

Itulah prinsip islam. Bumi ini telah disiapkan Allah SWT dan ditundukkan sehingga jinak dan mudah bagi umat manusia. Karena itu seharusnya kita bisa memanfaatkan nikmat tersebut dan berusaha di seluruh penjurunya untuk mencari sebagian karunia Allah.

Tidak dibenarkan seorang muslim malas dalam mencari rezeki, dengan alasan konsentrasi ibadah dan tawakal kepada Allah. Yang demikian itu karena langit tidak akan mencurahkan hujan emas maupun perak. Tidak dibenarkan pula ia mengandalkan pemberian padahal memiliki kekuatan untuk berusaha sendiri. Mencukupi keluarga dan tanggunganya. Baca Lanjutannya…

Oleh: retnoarum | 2008-03-22

SIKAP SOMBONG (KIBRI)

”….Sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang bersikap sombong”

(Q.S An-Nahl :23)

Kesombongan berasal dari keburukan hati yaitu : HASAD (iri hati/jahat hati), DENGKI (pembenci/sikap tidak bersahabat), CEMBURU BUTA (Egoistis). Ketiga sifat tersebut merupakan tiga buah kutub dari penyakit hati yang sangat membahayakan, laksana racun yang dapat meluluhkan vitalitas hidup dan potensi, manusia akan selalu diwarnai oleh sikap sombong seperti: kecongkakan atau keangkuhan manusia, sikap tidak bersahabat kepada sesamanya, merasa lebih tinggi serta merendahkan orang lain. Maka orang semacam ini dapat merusak aqidah melunturkan keislaman seseorang.

Baca Lanjutannya…

(Republika,31 Januari 2008)

Layaknya New York di era Modern. Baghdad boleh dibilang ibukota dunia pada abad pertengahan. ketika Eropa megalami masa kegelapan, Baghdad justru telah menjelma menjadi pusat peradaban terbesar dan menjadi tanah impian yang memikat. di bawah kekuasaan Dinasti Abbasyiah kota metropolis intelektual itu mengalami masa keemasanya dan telah mewariskan peradaban bagi dunia. kota yang berjuluk 1001 malam itu berada didataran subur. pusat pertanian Irak yang dilalui sungai Tigris. Baghdad berada di sebelah Utara Sungai Efrat dan sebelah Barat laut teluk Persia. sebelum mencapai puncak kejayaanya pada abad 8 M, Baghdad telah dijelajahi dan ditempati manusia pada tahun 4000 SM. Persia, Romawi serta Yunani silih berganti menguasai Baghdad.

Baghdad berarti HADIAH DARI TUHAN itu mulai memasuki hidup baru ketika islam masuk pada 634 M atau saat pemerintahan khalifah Umar bin Khattab, panglima tentara islam Khalid bin Walid menaklukan Persia. islam disambut penduduk setempat. awalnya Baghdad belum diperhitungkan sebab umat islam Basrah sebagai basis pertahanan. kota Baghdad mulai mengalami peranan penting saat dinasti Abbasyiah menggulingkan Dinsti Ummayah yang berpusat di Damaskus. Dibawah kekuasaan Khalifah Abu Ja’far Al-Mansur pusat kekuasaan beralih ke Baghdad. dan pada tahun 762 M, perkampungan kecil itu berubah menjadi kota baru.

Baca Lanjutannya…

Oleh: retnoarum | 2008-03-22

Asaku dipagi Hari

Kupandang pagi yang merona cerah

Menyisakan sebias mimpi dari para penghuni dunia

Sesegar embun dingin yang kurasa ditelapak tanganku

Menambah kesyukuranku akan kebesaranMu

 

Sang pemimpi tlah bangkit dari peraduan

Menyambut hari yang baru

Menjalani episode kehidupan yang tlah tersurat ilahi

Berdoa dengan penuh asa, moga berkah tercurah untukku

Padamu Illahi Rabbi…

kusandingkan doa-doa pada setiap ikhtiarku dihari ini

Oleh: retnoarum | 2008-03-22

sebagai perenung saja…

Wahai manusia…

ambillah teladan dari apa yang ada pada AlQur’an

ambillah pelajaran dari apa yang Allah tunjukkan

renungkanlah..pahamilah…ambilah hikmah didalamnya

Wahai manusia…

jadikan AlQur’an sahabat maka syafaat yang kau dapat

jadikan AlQur’an pedoman maka luruslah kehidupan

jadikan AlQur’an petunjuk maka teranglah jalanmu Baca Lanjutannya…

Oleh: retnoarum | 2008-03-22

Hidayah

Hidayah…

Bagai hujan yang menyirami tanah tandus

membasahinya..kemudian suburlah tanah itu

bagai rumput kecil yang mulai tumbuh

membawa harapan baru untuk kehidupan

Hidayah…

bagai cahaya yang menyinari kegelapan

nyalakanlah dengan ketaqwaan

nyalakanlah dengan cinta

nyalakanlah dengan iman pada Rabb semesta alam Baca Lanjutannya…

Oleh: retnoarum | 2008-03-22

Corat-Coret Arum dipagi buta…..

Hidup penuh fatamorgana, berbagai macam
rasa dirasa manusia
terkadang semua begitu indah, penuh
canda,tawa,kesenangan, gurauan,kebahagiaan.

namun terkadang merasakan
sakit…keletihan,rasa tersakiti, saat
terjatuh dan terpuruk, penyesalan, rasa
putus asa,tangisan,bermuram rasa
semuanya mengiringi lika-liku kehidupan.
silih berganti menghiasi takdir manusia.
Baca Lanjutannya…

Oleh: retnoarum | 2008-03-22

Terbentuknya Air Hujan

Fakta lain yang diberikan dalam Al Qur’an mengenai hujan adalah bahwa hujan diturunkan ke bumi dalam kadar tertentu. Hal ini disebutkan dalam Surat Az Zukhruf sebagai berikut;

“Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).” (Al Qur’an, 43:11)

Kadar dalam hujan ini pun sekali lagi telah ditemukan melalui penelitian modern. Diperkirakan dalam satu detik, sekitar 16 juta ton air menguap dari bumi. Angka ini menghasilkan 513 trilyun ton air per tahun. Angka ini ternyata sama dengan jumlah hujan yang jatuh ke bumi dalam satu tahun. Hal ini berarti air senantiasa berputar dalam suatu siklus yang seimbang menurut “ukuran atau kadar” tertentu. Kehidupan di bumi bergantung pada siklus air ini. Bahkan sekalipun manusia menggunakan semua teknologi yang ada di dunia ini, mereka tidak akan mampu membuat siklus seperti ini.


Per tahunnya, air hujan yang menguap dan turun kembali ke Bumi dalam bentuk hujan berjumlah “tetap”: yakni 513 triliun ton. Jumlah yang tetap ini dinyatakan dalam Al Qur’an dengan menggunakan istilah “menurunkan air dari langit menurut kadar”. Tetapnya jumlah ini sangatlah penting bagi keberlangsungan keseimbangan ekologi dan, tentu saja, kelangsungan kehidupan ini,..

Baca Lanjutannya…

Oleh: retnoarum | 2008-03-22

Kerinduanku Pada-Mu

Disini ku terdiam penuh pengharapan

Kepada-Mu wahai zat yang Maha Pencinta

Namun apakah cintaku kan terbalaskan

Dari-Mu sembahanku….

Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori